Menikah adalah salah satu hal yang harus dilakukan. Tetapi, tidak dapat asal-asalan. Sebab, menikah bukan hanya menyatukan dua insan yang saling mencinta, walau demikian mesti sesuai dengan ketentuan yang ada pada Islam. Termasuk dalam memilih calon istri. 


Seorang lelaki yang menginginkan mengganti status lajangnya jadi menikah, harus memilih wanita yg tidak sembarang. Apa maksudnya? Ia harus dapat membedakan, mana wanita yang bisa ia nikahi dan tidak ia nikahi selamanya. Siapakah mereka? 

1. Ibu 

2. Nenek secara mutlak dan semua jalur keatasnya. 

3. Anak wanita dan anak perempuannya beserta semua jalur ke bawahnya. 

4. Anak wanita dari anak lelaki dan anak perempuannya beserta semua jalur ke bawahnya. 

5. Saudara wanita secara mutlak, anak-anak perempuannya dan anak-anak perempuannya anak lelaki dari saudara wanita itu beserta jalur ke bawahnya. 

6. Ammah (bibi dari jalur ibu) secara mutlak beserta jalur ke atasnya. 

7. Anak perempuannya saudara lelaki secara mutlak. 

8. Anak perempuannya anak lelaki, anak perempuannya anak wanita beserta jalur ke bawahnya. 

Perempuan-perempuan itu haram dinikahi seorang, karena Allah Ta’ala berfirman, “Diharamkan atas kalian (menikahi) ibu-ibu kalian, anak-anak wanita kalian, saudara-saudara wanita kalian, saudara-saudara wanita ayah kalian (bibi dari jalur ayah), saudara-saudara wanita ibu kalian (bibi dari jalur ibu), anak-anak perempuannya saudara-saudara lelaki kalian, anak-anak perempuannya saudara-saudara wanita kalian, ” (QS. An-Nisa : 23). 


Sumber islampos

TOLONG PERHATIKAN BAIK-BAIK! Haram Dinikahi Selamanya, Perempuan-perempuan Seperti ini ((TOLONG DI SHARE ))

Menikah adalah salah satu hal yang harus dilakukan. Tetapi, tidak dapat asal-asalan. Sebab, menikah bukan hanya menyatukan dua insan yang saling mencinta, walau demikian mesti sesuai dengan ketentuan yang ada pada Islam. Termasuk dalam memilih calon istri. 


Seorang lelaki yang menginginkan mengganti status lajangnya jadi menikah, harus memilih wanita yg tidak sembarang. Apa maksudnya? Ia harus dapat membedakan, mana wanita yang bisa ia nikahi dan tidak ia nikahi selamanya. Siapakah mereka? 

1. Ibu 

2. Nenek secara mutlak dan semua jalur keatasnya. 

3. Anak wanita dan anak perempuannya beserta semua jalur ke bawahnya. 

4. Anak wanita dari anak lelaki dan anak perempuannya beserta semua jalur ke bawahnya. 

5. Saudara wanita secara mutlak, anak-anak perempuannya dan anak-anak perempuannya anak lelaki dari saudara wanita itu beserta jalur ke bawahnya. 

6. Ammah (bibi dari jalur ibu) secara mutlak beserta jalur ke atasnya. 

7. Anak perempuannya saudara lelaki secara mutlak. 

8. Anak perempuannya anak lelaki, anak perempuannya anak wanita beserta jalur ke bawahnya. 

Perempuan-perempuan itu haram dinikahi seorang, karena Allah Ta’ala berfirman, “Diharamkan atas kalian (menikahi) ibu-ibu kalian, anak-anak wanita kalian, saudara-saudara wanita kalian, saudara-saudara wanita ayah kalian (bibi dari jalur ayah), saudara-saudara wanita ibu kalian (bibi dari jalur ibu), anak-anak perempuannya saudara-saudara lelaki kalian, anak-anak perempuannya saudara-saudara wanita kalian, ” (QS. An-Nisa : 23). 


Sumber islampos

Tidak ada komentar:

Posting Komentar